Breaking News

Rabu, 03 September 2014

Panen Raya dalam Kebersamaan

Pak Haji Rifai, Ketua Gapoktan Mulia Tani
Profil yang Bersahaja dalam Karya
Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap karunia Allah SWT yang terus diberikan ke hamba-hambanya yang sungguh-sungguh berikhtiar, maka Gapoktan Mulia Tani, Desa Bugistua, Kec. Anjatan mengadakan acara syukuran panen (3/9/2014) yang didukung oleh salah satu produsen obat-obatan dan pestisida terkemuka. Acara ini dilaksanakan dalam kesederhanaan, kebersamaan dan bersahaja. Bertempat di lokasi sawah blok Bugis Tua. Suasana kegembiraan dan suka cita sangat terasa dengan kehadiran seluruh elemen pertanian di lapangan, anggota kelompok tani, Kepala Desa, Koordinator BPP, PPL, POPT Kecamatan dan Stakeholder Perusahaan.

Bpk. H. Rifai sebagai Ketua Gapoktan Mulia Tani, sekaligus Ketua KTNA Anjatan tidak henti-henti mengucapkan rasa syukur dan terus meminta para rekan-rekannya untuk tidak cepat merasa puas dengan hasil yang diraih, melainkan harus terus ikhtiar dan berkarya menunju peningkatan produksi yang lebih baik.


Ekspresi Kegembiraan Kepala BPP Kec. Anjatan
Begitupun dengan pesan dari Kepala BPP Kecamatan Ajatan, Bpk. Nurdin. Dalam kesempatan ini beliau mengatakan bahwa hasil ini diraih atas dasar kekompakkan baik petani, PPL, POPT dan didukung secara penuh oleh stakeholder perusahaan. Secara lugas, beliau juga memuji peran serta stakeholder perusahaan tersebut yang menurutnya tidak hanya berorientasi pada menjual produknya tetapi juga mendampingi petani sampai panen. 

Beliau berpesan untuk terus meningkatkan hasil produksi padi suasana tersebut harus tetap dijaga sehingga semangat kekompakkan, kekeluargan dan semangat berkarya dapat menjembatani kesulitan-kesulitan yang dihadapi di lapangan.


Pengarahan dan bimbingan dari stakeholder
Sepertinya kita masih mempunyai harapan untuk tetap meningkatkan produksi padi di tengah himpitan degradasi lahan apabila stakeholder pertanian di lapangan mempunyai semangat kebersamaan, yang tentunya tidak hanya bicara namun mampu menunjukkannya dengan hasil karya yang positif dan berkelanjutan. Desa Bugistua sendiri sebetulnya merupakan daerah yang mempunyai permasalahan cukup besar dalam kondisi irigasi dan pengairan sawah, karena daerahnya terlalui saluran irigasi utama namun tidak ada akses pengairan yang cukup.


Penulis bersama sahabat-sahabat petani dan penyuluh
Dari sekitar 500 hektar areal persawahan memperoleh air secara minim sekali karena terletak di ujung irigasi bendung Cipancuh yang letaknya sangat jauh. Akan tetapi semua kekurangan tersebut ternyata tidak dijadikan alasan untuk tidak berbuat menuju yang lebih baik malah melecutkan semangat untuk tetap berkarya dalam rangka berpartisipasi mendukung gerakan nasional peningkatan produksi padi.

Salut, Bapak - Bapak Tani
Designed By Blogger Templates